SUKA DUKA JADI WORKING MOM
Aku ambil judul ini dari mba ges soalnya Judul kali ini, realita banget dengan ke-hi-du-pan aku. Aku suka baca2 di sosmed ada yang bilang kalo jadi "WORKING MOM" itu Egois, pengen punya Uang banyak, ninggalin anak di rumah dengan orang lain, dan tidak sayang dengan Anak. Beberapa pendapat lain mencuat dengan working mom, kebutuhan keluarga dan anak terpenuhi, ilmu yang kita makin banyak, dan mengurangi stres karna kita bersosialisasi dengan teman2 di kantor.
It's oke itu berbagai pendapat dari Emak-emak yang luar biasa di luar sanaπ, semua nya PILIHAN, dan setiap orang berhak memilih.
Ini pendapat mengenai working mom dari Aku yang baru mempunyai anak satu.
Working mom memang berat, disamping harus jadi ibu yang bertanggung jawab ke Anak dan suami, lalu juga harus tanggung jawab ke Kerjaan. Jadi double job gitulah hahaha.
Lalu, Kenapa aku lebih memilih menjadi Working Mom? Pertama, aku diizinkan suami untuk bekerja, ini penting loh yaa harus. Karna sudah menikah yaaa kita harus diskusikan terlebih dahulu boleh atau tidak nya dengan embel2 lainnya. Bukan berarti suami aku menyuruh bekerja, tapi Aulia suka ngasih kebebasan ke Aku baiknya gimana. Kedua, liat situasi tempat aku ngajar, mbolehkan aku bawa bayik πππ, jadi kemana pun aku ke kelas kadang si ucen ini tidur, atau sama cang nya atau sama nyainya, atau kalo engga dia ikut aku. Ketiga, nambah2 ilmu dan berbagi ilmu yang ku punya. Lalu keempat, mengurangi stres sebagai ibu rumah tangga. Etss jangan salah jadi ibu rumah tangga itu pusing! Ini bukan tentang bersyukur atau engga yaa tapi tentang realita emak2!
Singkat cerita, Aku pernah Full di rumah dalam waktu 2 minggu ya ini bener2 full. Wadoooh ternyata mumet juga yaa, aktivitas nya itu2 aja, apalagi kalo engga pernah diajak suami keluar bisa meledak-ledak. Kalo engga percaya cobain aja hihihi, kalo belum pernah cobain jangan komen!
Suka duka jadi working mom, ya harus banget mengatur waktu dengan efisiensi. Dengan matang2. JANGAN KESIANGAN KALO BELUM MASAK MPASI ANAK hahaha, jadi lebih awal bangunnya biar masak jadi, ngajar pun jadi. Aku pernah kesiangan, lalu ujug2 beli bubur di pasar π . Pernah ada tugas dari sekolah, kaya huat soal dll eh si anak ini engga mau bobo, kalo kaya gitu yaudah kita mengalah saja hahaha tunggu dia bobo, baru buat soal dsb ya walau kadang sampai begadang, dulu begadang kuliah sekrang begadang kerjaan Hahaha siklus lah. Oh yaa pernah suatu hari si ucen ini tak mau di taro, di kasih siapapun yaudahlaah sepanjang ngajar aku gendong dia kadang sampai dia tertidur di tangan aku. Huaaa ku pandangi mukanya, sambil ku bilang makasih yaa cen ππ.
Menurut aku, apa pun pilihan emak2 terserah yang penting emak2 selalu bahagia dan nyaman. Mau di rumah ya gapp, mau bekerja karna alasan lebih nyaman dsb ya gapp. Yang penting tugas sebagai IRT jangan di tinggalkan! Sekali lagi balik kepada personal diri masing-masing. Biarkan ibu2 yang lebuh memilih menjadi ibu rumah tangga seutuhnya tanpa di Judge apapun, walau mereka mempunyai title karna pendidikan tinggi ya biarkan toh mereka bisa mengajarkan ilmunya anaknya. Biarkan ibu2 lebih memilih menjadi working mom jangan judge karna biar uang banyak, biar secara sosial dipandang wah. Kita engga ada yang tau karna kehidupan Rumah Tangga orang memang engga ada yang tau.
Jadilah Ibu2 yang saling mengsport, bukan saling menjatuhkan!
It's oke itu berbagai pendapat dari Emak-emak yang luar biasa di luar sanaπ, semua nya PILIHAN, dan setiap orang berhak memilih.
Ini pendapat mengenai working mom dari Aku yang baru mempunyai anak satu.
Working mom memang berat, disamping harus jadi ibu yang bertanggung jawab ke Anak dan suami, lalu juga harus tanggung jawab ke Kerjaan. Jadi double job gitulah hahaha.
Lalu, Kenapa aku lebih memilih menjadi Working Mom? Pertama, aku diizinkan suami untuk bekerja, ini penting loh yaa harus. Karna sudah menikah yaaa kita harus diskusikan terlebih dahulu boleh atau tidak nya dengan embel2 lainnya. Bukan berarti suami aku menyuruh bekerja, tapi Aulia suka ngasih kebebasan ke Aku baiknya gimana. Kedua, liat situasi tempat aku ngajar, mbolehkan aku bawa bayik πππ, jadi kemana pun aku ke kelas kadang si ucen ini tidur, atau sama cang nya atau sama nyainya, atau kalo engga dia ikut aku. Ketiga, nambah2 ilmu dan berbagi ilmu yang ku punya. Lalu keempat, mengurangi stres sebagai ibu rumah tangga. Etss jangan salah jadi ibu rumah tangga itu pusing! Ini bukan tentang bersyukur atau engga yaa tapi tentang realita emak2!
Singkat cerita, Aku pernah Full di rumah dalam waktu 2 minggu ya ini bener2 full. Wadoooh ternyata mumet juga yaa, aktivitas nya itu2 aja, apalagi kalo engga pernah diajak suami keluar bisa meledak-ledak. Kalo engga percaya cobain aja hihihi, kalo belum pernah cobain jangan komen!
Suka duka jadi working mom, ya harus banget mengatur waktu dengan efisiensi. Dengan matang2. JANGAN KESIANGAN KALO BELUM MASAK MPASI ANAK hahaha, jadi lebih awal bangunnya biar masak jadi, ngajar pun jadi. Aku pernah kesiangan, lalu ujug2 beli bubur di pasar π . Pernah ada tugas dari sekolah, kaya huat soal dll eh si anak ini engga mau bobo, kalo kaya gitu yaudah kita mengalah saja hahaha tunggu dia bobo, baru buat soal dsb ya walau kadang sampai begadang, dulu begadang kuliah sekrang begadang kerjaan Hahaha siklus lah. Oh yaa pernah suatu hari si ucen ini tak mau di taro, di kasih siapapun yaudahlaah sepanjang ngajar aku gendong dia kadang sampai dia tertidur di tangan aku. Huaaa ku pandangi mukanya, sambil ku bilang makasih yaa cen ππ.
Menurut aku, apa pun pilihan emak2 terserah yang penting emak2 selalu bahagia dan nyaman. Mau di rumah ya gapp, mau bekerja karna alasan lebih nyaman dsb ya gapp. Yang penting tugas sebagai IRT jangan di tinggalkan! Sekali lagi balik kepada personal diri masing-masing. Biarkan ibu2 yang lebuh memilih menjadi ibu rumah tangga seutuhnya tanpa di Judge apapun, walau mereka mempunyai title karna pendidikan tinggi ya biarkan toh mereka bisa mengajarkan ilmunya anaknya. Biarkan ibu2 lebih memilih menjadi working mom jangan judge karna biar uang banyak, biar secara sosial dipandang wah. Kita engga ada yang tau karna kehidupan Rumah Tangga orang memang engga ada yang tau.
Jadilah Ibu2 yang saling mengsport, bukan saling menjatuhkan!
Komentar
Posting Komentar