08 September 2013

Mungkin tulisan yang aku tulis sekarang ini untuk orang yang aku kasihi sudah tak ada arti. karna aku tau hati kamu sedikitpun sudah bukan untuk aku, yang selalu menunggu mu selama liburan berlangsung selalu kau abaikan, sedangkan dia (teman wanitamu) selalu bertanya tak pernah kau abaikan. Aku pikir setelah liburan berakhir kau akan menemui aku, sedikit berbincang bagaimana liburamu, bagaimana kabarmu, bagaimana kabar keluargamu. Mungkin itu hanya khayalan belaka, mungkin kamu juga berpikir untuk apa aku memikirkan dirimu, untuk apa aku mengurusi dirimu. Bolehkah aku merindu?, Bolehkah aku iri dengan mereka? Boleh aku memendam rasa yang dulu masih pernah ada dan tak hilang? Boleh kah aku meminta waktu mu untuk bercanda? Boleh kah aku menyayangi mu masih seperti dulu?. Aku menangis meihat sifatmu, yang pura-pura tak mendengar ketika aku sapa, tak melihat ketika aku ada didepanmu. Apa emang kita tak harus menyapa? tak harus saling kenal kembali?, apa hanya dengan senyuman kita menyapa, kita diam membisu seperti orang tak bisa bicara. Aku iri dengan mereka, mereka bisa membaik hubungannya setelah mereka berbicara dan memiliki quality time, sedangkan kita, waktu ada tapi saling menghindar satu sama lain, oh ya aku lupa kamu sudah dekat dengan yang lain bahkan sulit untuk jatuh cinta kepada aku lagi. Aku sadar kok semuanya, kamu bilang aku wanita terlalu cemburu, terlalu protektif, teralu berlebihan, terlalu egois. Hei kau tak merindu sifat aku yang itu? Sepertinya tidak ya.. kau merasa bahagia tidak ada lagi yang melarang-larang mu. Kau sudah nyaman sekarang, tidak ada lagi kan yang mengganggumu. Sekarang yang bisa aku lakukan cuman melihat mu dalam kejauhan dan berdo’a, aku tak berani lagi untuk mengestalk twit, fb bahkan BBM mu, aku selalu sakit melihat foto kita sudah tidak ada di twit dan fb, aku selalu sakit melihat foto mu dengan cewek daerah mu, aku sedih. Masih boleh kah aku berpesan kepadamu, jangan nakal, jangan lupa makan, aku kangen kamuu :’).  

Komentar

Postingan Populer